Bro, pernah dengar teriakan semangat, tawa, dan decakan kesal di lapangan saat sekelompok anak berusaha menghindari bola yang melesat kencang? Ya, itu dia Dodgeball!
Mungkin di Indonesia olahraga ini belum sepopuler sepak bola atau bulutangkis, tapi Dodgeball itu punya daya tarik luar biasa—adrenalin tinggi, kerja sama tim, dan strategi cepat. Sebagai guru PJOK, saya sering melihat anak-anak langsung connect dan semangat begitu bola pertama dilemparkan.
Baca juga : Hari Batik Nasional 2025: Sejarah, Alat Tradisional Membatik, dan 40 Link Twibbon Gratis untuk Media Sosial
Dodgeball bukan cuma permainan kejar-kejaran; ini adalah olahraga internasional yang diakui resmi sejak 2017 oleh Global Association of International Sports Federations (GAISF). Ingin tahu lebih dalam? Yuk, kita break down!
Apa Itu Dodgeball?
Secara sederhana, Dodgeball adalah olahraga tim di mana tujuan utamanya adalah mengeliminasi semua pemain lawan dengan cara memukul mereka menggunakan bola yang dilempar, menangkap bola yang dilempar lawan, atau memaksa lawan melanggar aturan.
Prinsipnya simpel: Hindari atau Tangkap!
Ada beberapa bentuk permainan, tapi yang paling umum adalah dua tim saling berhadapan di lapangan yang terbagi dua. Pemain yang terkena bola “hidup” (sejak dilempar hingga menyentuh lantai/permukaan) akan keluar. Tapi ingat, kalau kamu berhasil menangkap bola “hidup” dari lawan, maka pelemparnya yang akan keluar, dan kamu bisa menghidupkan kembali satu rekan setimmu yang sudah tereliminasi. Game changer!
Kilas Balik Sejarah Dodgeball: Dari Batu Keras Menjadi Bola Empuk!
Percaya atau tidak, Dodgeball punya sejarah yang lumayan brutal!
- Awal Mula yang Mematikan (Afrika, 200 Tahun Lalu): Dodgeball pertama kali dimainkan di Afrika. Namun, saat itu bukan menggunakan bola karet empuk, melainkan batu besar atau benda keras alami lainnya! Tujuannya lebih serius: untuk melukai lawan. Suku-suku mengandalkan permainan ini sebagai cara melatih kelincahan dan kerja sama tim dalam situasi berbahaya, di mana rekan satu tim wajib melindungi yang terkena lemparan.
- Transisi ke Inggris: Seorang misionaris bernama Dr. James H. Carlisle membawa ide permainan ini ke Inggris setelah mengamatinya. Ia terkesan dengan solidaritas tim, namun menyadari permainan batu itu terlalu berbahaya. Di St. Mary’s College, Norfolk, ia berhasil mengubahnya. Batu diganti dengan bola kulit keras dan ia mulai membuat aturan agar tidak membahayakan nyawa. Permainan diadakan di lapangan terbuka, berfokus pada strategi layaknya catur.
- Kelahiran Dodgeball Modern (AS, 1884): Sejarah Dodgeball berubah total ketika Philip Ferguson membawa permainan ini ke Amerika Serikat setelah mengunjungi St. Mary’s College. Ferguson berpendapat permainan harus lebih cepat dan dimainkan di area terbatas dengan dua tim di sisi lapangan berbeda. Aturan resmi pertama yang menyerupai Dodgeball modern (pemain keluar jika terkena, pemain yang menangkap bola menghidupkan rekan) ditulis pada 1905.
Aturan yang dibuat Ferguson inilah yang menjadi norma di seluruh dunia, dan popularitasnya makin melejit setelah film tentang Dodgeball dirilis tahun 2004.
Baca juga : Ketika Guru Merasa Down: Renungan Islami yang Menyentuh Hati dan Menguatkan Jiwa
Aturan Dodgeball Wajib Tahu!
Meskipun dalam permainan informal aturannya bisa disesuaikan, standar internasional biasanya mengacu pada Federasi Dodgeball Dunia (WDBF) dan Asosiasi Dodgeball Dunia (WDA). Berikut intisarinya:
| Aspek | Aturan Utama | Catatan Tambahan |
| Lapangan | Dimainkan di permukaan dengan batas dan garis tengah yang jelas (misalnya, lapangan basket/voli). Idealnya sekitar 18m x 9,1m. | Tidak ada zona netral. |
| Durasi | Standar WDBF adalah total 40 menit, terbagi menjadi dua babak (2 x 20 menit). Pemenang ditentukan dari set yang dimenangkan. | Satu set berakhir ketika satu tim tereliminasi penuh. |
| Memulai Set | ‘Opening Rush’ sering digunakan: bola diletakkan di garis tengah, pemain berebut mengambil bola. | Pemain yang mengambil bola harus mundur dulu sebelum melempar ke lawan. |
| Terkena Bola | Jika terkena bola hidup (sejak meninggalkan tangan pelempar hingga menyentuh lantai), pemain keluar. | Bola yang memantul di lantai atau mengenai rekan setim/pemain luar tidak dihitung. |
| Menangkap Bola | Jika pemain berhasil menangkap bola hidup lawan, maka pelempar keluar, dan satu rekan setim dari tim penangkap yang sudah keluar bisa kembali bermain (hidup lagi). | Momen paling krusial dalam Dodgeball! |
| Pelanggaran | Melangkah keluar batas, memasuki area lawan, mengulur waktu (menahan bola lebih dari 10 detik), atau perilaku tidak sportif. | Pemain yang melanggar akan dikeluarkan dari permainan. |
Posisi Kunci: Bukan Hanya Lempar dan Lari!
Dodgeball memang tak punya posisi kaku seperti striker di sepak bola, tapi pemain biasanya mengambil peran strategis berdasarkan kekuatan mereka:
- Penangkap (The Catchers): Siapa pun yang berani mengambil risiko menangkap bola lemparan lawan. Tujuannya: mengeliminasi pelempar dan menghidupkan kembali rekan. Mereka adalah penyelamat tim.
- Corners (Penjaga Sudut): Pemain defensif yang menjaga dua sudut di dekat batas luar. Mereka sering memegang bola sebagai tameng (blok) atau untuk mengancam lawan.
- Penembak Jitu (The Snipers): Biasanya berada di garis belakang, sabar menunggu momentum yang tepat untuk menyerang pemain lawan yang lengah atau rentan. Membutuhkan akurasi dan strategi tinggi.
- Pelempar (The Throwers): Pemain dengan lengan terkuat dan tenaga paling besar. Mereka bertugas memberikan tekanan utama ke tim lawan dengan lemparan keras dan cepat.
Baca juga : Sudah Jujur Sama Diri Sendiri Minggu Ini?
Perlengkapan Dodgeball yang Sederhana
Enaknya Dodgeball, perlengkapannya minimalis dan gampang dicari!
- Bola: Paling krusial. Standar WDBF menggunakan 6 bola untuk 6 pemain per tim. Bola yang digunakan umumnya adalah bola busa/karet yang aman.
- Lapangan: Batas lapangan yang jelas. Bisa menggunakan lapangan voli, basket, atau bahkan area yang diberi pembatas kerucut/tali.
- Aksesoris Tambahan (Opsional): Bantalan lutut, wristband, botol air, dan bangku untuk pemain yang tereliminasi (bank pemain).
Penutup: Saatnya Praktik di Lapangan!
Dodgeball adalah cara yang fantastis untuk melatih kelincahan, koordinasi mata-tangan, kemampuan menghindar, dan tentu saja, semangat kerja sama tim. Di kelas PJOK, permainan ini selalu berhasil membangkitkan energi siswa.
Baca juga : Tips Fokus Buat Kamu yang Gampang Terdistraksi
Ingat, pemanasan yang baik itu aturan tak tertulis yang harus selalu diperhatikan. Setelah tahu sejarah, aturan, dan posisinya, sekarang saatnya kamu dan timmu merancang strategi jitu di lapangan.
Siap jadi Top Dodger di sekolahmu?
hal baru yang bisa ditemukan dari bacaan di atas adalah …
Sejarah Awal yang Brutal: Dodgeball awalnya dimainkan di Afrika dengan menggunakan batu besar sebagai bola, bukan bola karet empuk seperti sekarang. Tujuannya pun lebih serius, yaitu untuk melukai lawan.
saya baru tau kalo dodgeball awalnya dimainkan di afrika dengan batu keras dan sekarang kadi bola karet yg empuk, selain seru ternyata permainan dodgeball jg melatih kerja sama dan strategi tim
Dari materi tersebut saya bisa mengatakan bahwa dodgeball bukan sekadar permainan “uang-lempar” atau “kejar-kejar bola” seperti yang sering kita mainkan di sekolah, tetapi punya sejarah yang cukup dalam dan telah berkembang menjadi olahraga tim yang terstruktur dengan aturan, taktik, dan pengakuan resmi. Elemen adrenalin tinggi, tetapi juga keterampilan seperti menangkap, kerjasama tim, dan strategi masuk sangat penting. Juga, mengetahui bahwa setiap posisi punya tugas strategis membuat saya lebih menghargai kompleksitas permainannya.
Dodgeball adalah olahraga tim yang menyenangkan dan menantang, yang membutuhkan kerja sama, strategi, dan kelincahan. Dengan sejarah yang unik dan aturan yang sederhana, dodgeball dapat dimainkan oleh siapa saja. Permainan ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga kemampuan berpikir dan kerja sama tim. Dengan demikian, dodgeball dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi semua orang.
Kesimpulan:
Dodgeball adalah permainan tim yang menekankan kelincahan dan strategi, di mana pemain harus menghindari atau menangkap bola untuk tetap bertahan. Tujuannya adalah mengeliminasi seluruh pemain lawan dengan lemparan atau tangkapan yang tepat.
Kesimpulan:
Dodgeball adalah olahraga tim yang penuh semangat dan strategi. Permainan ini tidak hanya mengandalkan kekuatan dan kecepatan, tetapi juga kerja sama, ketepatan, serta kemampuan membaca situasi. Selain menyenangkan, dodgeball melatih kelincahan, konsentrasi, dan sportivitas, menjadikannya olahraga yang membangun semangat tim dan rasa kebersamaan.
Kesimpulan:
Dodgeball adalah olahraga tim yang seru dan menegangkan, di mana dua tim saling melempar bola untuk mengeliminasi lawan. Olahraga ini melatih kelincahan, refleks, dan kerja sama tim. Berawal dari permainan kuno di Afrika, dodgeball berkembang menjadi olahraga modern dengan aturan yang aman dan strategi yang menarik, seperti melempar, menangkap, dan menghindar secara taktis. Selain menyenangkan, dodgeball juga bermanfaat untuk kebugaran jasmani dan bisa dimainkan di sekolah maupun komunitas.
dari bacaan di atas saya menemukan hal baru di dalam materi yaitu sejarah dodgeball di dalam situ terdapat sejarah dari awal mula olahraha di bentuk dan di kembangkan hingga sekarang, selain itu saya juga lebih memahami tentang olahraga dodgeball, cara bermain, mengetahui pelanggarannya, posisi pemain, aturan bermain dan sebagainya
Dari materi tersebut, yang dapat disimpulkan adalah :
Dodgeball adalah olahraga tim yang seru dan menegangkan, di mana dua tim saling melempar bola untuk mengeliminasi lawan. Olahraga ini melatih kelincahan, refleks, dan kerja sama tim. Berawal dari permainan kuno di Afrika, dodgeball berkembang menjadi olahraga modern dengan aturan yang aman dan strategi yang menarik, seperti melempar, menangkap, dan menghindar secara taktis. Selain menyenangkan, dodgeball juga bermanfaat untuk kebugaran jasmani dan bisa dimainkan di sekolah maupun komunitas.
Dari artikel tersebut, saya belajar bahwa dodgeball adalah olahraga tim yang penuh adrenalin dengan sejarah menarik berawal dari permainan ekstrem di Afrika yang kemudian dimodifikasi menjadi lebih aman menggunakan bola empuk. Olahraga ini kini diakui secara internasional oleh GAISF sejak 2017. Dalam permainan modern, terdapat aturan seperti opening rush untuk memperebutkan bola di awal dan sistem eliminasi unik di mana pemain bisa keluar atau kembali ke permainan tergantung hasil tangkapan bola. Dodgeball juga menekankan strategi tim yang melibatkan peran berbeda seperti pelempar, penangkap, dan penyerang. Dengan perlengkapan sederhana, dodgeball menjadi olahraga yang mudah dimainkan sekaligus melatih kerja sama, refleks, dan strategi.
Dari materi tersebut, materi dogdeball. Yang dapat disimpulkan adalah :
Dodgeball adalah olahraga tim yang seru dan menegangkan, di mana dua tim saling melempar bola untuk mengeliminasi lawan. Olahraga ini melatih kelincahan, refleks, dan kerja sama tim. Berawal dari permainan kuno di Afrika, dodgeball berkembang menjadi olahraga modern dengan aturan yang aman dan strategi yang menarik, seperti melempar, menangkap, dan menghindar secara taktis. Selain menyenangkan, dodgeball juga bermanfaat untuk kebugaran jasmani dan bisa dimainkan di sekolah maupun komunitas.
Dodgeball adalah permainan tim yang sederhana namun penuh tantangan: dua tim saling melempar dan menangkap bola dengan tujuan mengeliminasi semua pemain lawan atau memaksa lawan melanggar aturan.
Olahraga ini mempunyai sejarah yang menarik — berasal dari Afrika dengan bentuk yang jauh lebih keras (benda keras dilemparkan) kemudian berkembang ke Inggris dan AS dengan adaptasi aman dan aturan yang lebih baku.
Aturan modern menunjukkan bahwa lapangan, durasi, eliminasi pemain, serta penangkapan bola memiliki peran penting. Contoh: pemain yang terkena bola “hidup” keluar, tapi jika lawan menangkap bola hidup yang dilempar, pelempar keluar dan satu rekan tim yang sudah keluar bisa “hidup” kembali.
Posisi strategi seperti “penangkap”, “penjaga sudut”, “penembak jitu”, dan “pelempar kuat” membantu tim meracik peran berdasarkan kekuatan tiap pemain.
Perlengkapan dan lapangan yang dibutuhkan relatif sederhana — bola empuk/karet, lapangan yang dibatasi garis, serta perlengkapan tambahan yang opsional.
Secara keseluruhan: Dodgeball bukan hanya permainan menghindar-lempar bola, tetapi sarana yang sangat baik untuk melatih kelincahan, koordinasi mata-tangan, kemampuan mengantisipasi, dan terutama semangat kerjasama tim. Dengan memahami sejarah, aturan, posisi, dan strategi, siapapun bisa mulai menerapkannya dengan aman dan menyenangkan.
Yang dapat saya simpulkan setelah membaca teks diatas adalah Dodgeball bukan sekadar permainan “lempar bola & lari” biasa — ia adalah olahraga yang menggabungkan unsur fisik (kecepatan, lemparan), mental (strategi, tangkap), dan sosial (kerja sama tim). Dengan sejarah yang unik, aturan yang relatif sederhana namun efektif, dan perlengkapan yang mudah didapatkan, olahraga ini bisa menjadi pilihan yang menyenangkan dan edukatif untuk dimainkan di sekolah, komunitas, atau sekadar sebagai aktivitas fisik bersama teman.
kesimpulan:
Dodgeball adalah olahraga tim yang penuh semangat dan strategi. Permainan ini tidak hanya mengandalkan kekuatan dan kecepatan, tetapi juga kerja sama, ketepatan, serta kemampuan membaca situasi. Selain menyenangkan, dodgeball melatih kelincahan, konsentrasi, dan sportivitas, menjadikannya olahraga yang membangun semangat tim dan rasa kebersamaan.
Dodgeball adalah permainan bola yang mengandalkan kecepatan, ketangkasan, dan strategi, di mana dua tim saling melempar bola untuk mengenai pemain lawan agar keluar dari permainan. Pelanggaran terjadi jika pemain keluar batas, masuk area lawan, menahan bola lebih dari 10 detik, atau bersikap tidak sportif pelanggar akan dikeluarkan dari permainan. Meskipun tidak memiliki posisi tetap, setiap pemain memiliki peran penting. Penangkap berusaha menangkap bola lawan untuk menyelamatkan rekan, Penjaga Sudut bertahan di pinggir lapangan untuk memblok bola, Penembak Jitu menyerang dengan akurat pada waktu yang tepat, dan Pelempar memberikan tekanan melalui lemparan cepat dan kuat.
Dari artikel ini, hal baru yang saya temukan yaitu:
•Dodgeball ternyata sudah diakui resmi oleh GAISF sejak 2017.
•Dahulu dimainkan dengan batu, lalu berevolusi jadi olahraga aman.
•Ada aturan unik seperti opening rush dan “hidup kembali” setelah tangkapan.
•Setiap tim punya posisi khusus seperti penangkap, penembak jitu, dan penjaga sudut.
Dodgeball merupakan permainan bola yang menuntut kecepatan, kelincahan, dan strategi, di mana dua tim saling melempar bola dengan tujuan mengenai pemain lawan agar tersingkir dari permainan. Pelanggaran terjadi apabila pemain keluar dari garis batas, memasuki area lawan, memegang bola lebih dari 10 detik, atau melakukan tindakan tidak sportif; pelaku pelanggaran akan dikeluarkan dari permainan. Walaupun tidak ada posisi yang tetap, setiap pemain memiliki peran penting. Penangkap bertugas menangkap bola lawan untuk menyelamatkan rekan setim, Penjaga Sudut berada di sisi lapangan untuk menahan serangan, Penembak Jitu menyerang dengan lemparan yang tepat sasaran, sedangkan Pelempar memberikan tekanan melalui lemparan cepat dan kuat.
kesimpulannya yaitu
Dodgeball adalah olahraga tim internasional yang penuh adrenalin, semangat, dan membutuhkan strategi cepat. Meskipun di Indonesia mungkin belum sepopuler olahraga lain, Dodgeball diakui resmi secara internasional sejak 2017 oleh Global Association of International Sports Federations (GAISF)
Dodgeball adalah olahraga tim yang menuntut kecepatan, kelincahan, kerja sama, dan strategi. Tujuan utamanya adalah mengeliminasi pemain lawan dengan lemparan bola atau melalui tangkapan yang sah. Meskipun berawal dari permainan yang cukup keras, dodgeball berkembang menjadi olahraga modern yang lebih aman dengan aturan resmi dan diakui secara internasional. Selain melatih fisik, dodgeball juga melatih konsentrasi, sportivitas, dan kekompakan tim, sehingga cocok dimainkan sebagai olahraga rekreasi maupun pembelajaran di sekolah.
Hal baru yang saya temukan
sejarah dari olahraga dodgeball yang dimainkan dengan batu di Afrika sebagai latihan ketahanan dan kerja sama dalam situasi berbahaya. Permainan ini kemudian dibawa ke Inggris lalu mengganti batu menjadi bola kulit keras agar lebih aman, dan akhirnya dikembangkan di Amerika Serikat menjadi dodgeball modern dengan aturan resmi.
Sejarah dodgeball pertama kali dimainkan di Afrika. Namun bukan menggunakan bola karet empuk melainkan batu besar atau benda keras alami lainnya. Lalu seorang misionaris bernama Dr. James H. Carlisle membawa ide permainan ini ke Inggris dan mengganti batu dengan bola kulit keras agar aman. Akhirnya dodgeball dibawa di Amerika Serikat dan mempunyai aturan resmi pertama yang menyerupai dodgeball modern.
Saya dapat menyimpulkan bahwa dodgeball bukan hanya permainan sederhana yang mengandalkan lemparan dan kecepatan, tetapi merupakan olahraga tim yang memiliki sejarah panjang dan nilai edukatif tinggi. Awalnya berasal dari permainan tradisional di Afrika, dodgeball berkembang hingga menjadi olahraga modern dengan aturan yang jelas dan strategi yang terstruktur. Melalui permainan ini, kita bisa belajar banyak hal seperti kerja sama tim, sportivitas, dan kemampuan berpikir cepat dalam mengambil keputusan. Selain itu, ini juga menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga dapat membentuk karakter, disiplin, dan rasa kebersamaan antarpemain.
Dodgeball adalah permainan sederhana namun seru yang melatih kelincahan, kerja sama tim, strategi, dan ketepatan gerak. Meskipun perlengkapannya minimalis, permainan ini memiliki aturan dan peran pemain yang jelas — seperti penangkap, penembak jitu, dan penjaga sudut — yang semuanya berperan penting dalam kemenangan tim. Selain menyenangkan, Dodgeball juga bermanfaat untuk melatih koordinasi, refleks, dan sportivitas.
Dari materi ini saya belajar bahwa dodgeball bukan sekadar “lempar bola dan lari”, tetapi sebuah olahraga yang menggabungkan ketangkasan, strategi, kerja tim, dan peran taktis yang jelas. Fakta bahwa olahraga ini punya sejarah panjang yang berubah dari bentuk yang sangat keras menjadi bentuk yang aman dan terstruktur sangat menarik. Bagi pembelajaran PJOK, materi ini sangat relevan karena selain melatih fisik, juga melatih konsentrasi, strategi, dan sportivitas.
Kesimpulan:
dodgeball bukan sekadar “lempar bola dan lari”, tetapi sebuah olahraga yang menggabungkan ketangkasan, strategi, kerja tim, dan peran taktis yang jelas. Fakta bahwa olahraga ini punya sejarah panjang yang berubah dari bentuk yang sangat keras menjadi bentuk yang aman dan terstruktur sangat menarik. Bagi pembelajaran PJOK, materi ini sangat relevan karena selain melatih fisik, juga melatih konsentrasi, strategi, dan sportivitas.
Dodgeball adalah olahraga tim yang menyenangkan dan menantang, yang membutuhkan kerja sama, strategi, dan kelincahan. Kemudian, saya juga baru mengetahui tentang sejarah dari permainan dodgeball.
kesimpulan:
Dari materi tersebut saya menyimpulkan Permainan dodgeball ternyata berasal dari Afrika dan pada awalnya dimainkan dengan benda keras seperti batu besar bukan bola busa atau karet seperti yang kita kenal sekarang.
Dalam perkembangannya ke Inggris, ada seorang misionaris yang membawa ide perubahan agar permainan tersebut lebih “aman” dengan mengganti batu dengan bola kulit keras.
saya mengerti apa saja aturan yang ada di permainan ini, bagaimana cara melakukannya, dan apa saja yang ada di olaraga ini, ini sangat keren, kreatif dan sangat membantu.
Dari materi tersebut saya menyimpulkan Permainan dodgeball ternyata berasal dari Afrika dan pada awalnya dimainkan dengan benda keras seperti batu besar bukan bola busa atau karet seperti yang kita kenal sekarang.
Dalam perkembangannya ke Inggris, ada seorang misionaris yang membawa ide perubahan agar permainan tersebut lebih “aman” dengan mengganti batu dengan bola kulit keras.
saya jadi mengerti bagaimana cara bermain dan apa aturan dalam olahraga ini
Dodgeball adalah olahraga tim yang bertujuan mengeliminasi semua pemain lawan dengan cara melempar bola, menangkap bola lawan, atau memaksa lawan melanggar aturan. Prinsip utamanya adalah Hindari atau Tangkap. Pemain yang terkena bola “hidup” keluar, tetapi pemain yang berhasil menangkap bola “hidup” lawan akan mengeliminasi pelempar tersebut dan dapat menghidupkan kembali satu rekan setimnya (Game Changer). Sejarahnya yang panjang menunjukkan evolusi dari permainan brutal dengan batu menjadi kompetisi global yang aman menggunakan bola empuk.
Dodgeball adalah olahraga tim yang dimainkan dengan cara melempar bola untuk mengeliminasi lawan atau menangkap bola untuk menyelamatkan rekan satu tim. Permainan ini berasal dari Afrika yang awalnya menggunakan batu, lalu disempurnakan di Inggris oleh Dr. James H. Carlisle dan menjadi bentuk modern di Amerika Serikat oleh Philip Ferguson pada tahun 1884. Aturannya sederhana: pemain keluar jika terkena bola hidup, dan penangkap bola dapat menghidupkan kembali rekan yang tereliminasi. Dengan lapangan berukuran sekitar 18 × 9 meter dan enam bola busa, Dodgeball melatih kelincahan, ketepatan, strategi, serta kerja sama tim, menjadikannya permainan yang seru dan bermanfaat.
Dodgeball sebagai Latihan Holistik: Dodgeball bukan hanya tentang melempar dan menghindar, tetapi juga melatih kelincahan, koordinasi mata-tangan, kemampuan menghindar, dan semangat kerja sama tim.
Dodgeball adalah permainan tim di mana dua tim saling mengeliminasi pemain lawan dengan melempar bola, sambil menghindari lemparan dari tim lawan. Tujuan utama adalah menjadi tim terakhir yang memiliki pemain tersisa di lapangan. Permainan ini menekankan kecepatan, ketepatan, dan kerja sama tim
Dodgeball adalah permainan tim yang sederhana namun penuh strategi. Permainan ini melatih kelincahan, kerja sama, dan sportivitas. Setiap pemain memiliki peran penting seperti penangkap, penembak jitu, dan penjaga sudut. Aturannya menekankan ketepatan, kecepatan, serta kemampuan menghindar dan menangkap bola.
Kesimpulan yang saya dapat setelah membaca materi ini adalah dodgeball merupakan permainan yang mengandalkan:
Kerja Sama Tim: Belajar untuk melindungi rekan dan menyusun serangan bersama-sama.
Kecepatan & Kelincahan: Melatih refleks cepat untuk mengelak dari bola dan bergerak lincah di lapangan.
Fokus dan Konsentrasi: Harus selalu awas terhadap semua bola dan pergerakan lawan agar tidak “mati”.
Strategi Cepat: Mengembangkan kemampuan mengambil keputusan instan, misalnya kapan melempar atau kapan harus bertahan.
Sportivitas: Belajar mematuhi aturan dan menerima kekalahan saat terkena lemparan.
Kebugaran Fisik (Kekuatan Lengan & Refleks): Melatih otot lengan saat melempar dan meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan.
kesimpulan yang bisa saya ambil, Dodgeball olahraga yang kurang lebih sama seperti bola beracun, yaitu melempar bola ke tim lawan untuk ‘menyingkirkan’ mereka. Olahraga yang saya rasa ini sangat seru, mengharuskan strategi tim yang solid. Benar-benar olahraga yang bagus untuk membakar energi dan bersenang”
kesimpulan yang bisa saya ambil, Dodgeball olahraga yang kurang lebih sama seperti bola beracun, yaitu melempar bola ke tim lawan untuk ‘menyingkirkan’ mereka. Olahraga yang saya rasa ini sangat seru, mengharuskan strategi tim yang solid. Benar-benar olahraga yang bagus untuk membakar energi dan bersenang”
dari kesimpulan yang saya dapat dari artikel tersebut bahwa dodge ball adalah permainan tim yang bertujuan untuk mengeliminasi lawan dengan melempar bola ke arah mereka atau menangkap bola lemparan lawan, yang menuntut kecepatan, ketepatan, kerja sama, dan kemampuan menghindar.
Dodgeball adalah olahraga tim yang penuh adrenalin, meskipun belum sepopuler sepak bola atau bulutangkis di Indonesia namun memiliki daya tarik luar biasa karena melibatkan kerja sama tim dan strategi cepat.
Dodgeball adalah olahraga tim dinamis yang bertujuan mengeliminasi lawan dengan melempar bola atau menangkap lemparan lawan, mengandalkan kecepatan, ketepatan, dan kerja sama. Permainan ini efektif meningkatkan kebugaran fisik, koordinasi mata-tangan, dan kelincahan. Meskipun kontroversial di lingkungan sekolah karena risiko cedera, dodgeball tetap populer sebagai aktivitas rekreasi yang memupuk strategi dan ketahanan.
Kesimpulan Dodgeball adalah olahraga tim dinamis yang bertujuan mengeliminasi lawan dengan melempar bola atau menangkap lemparan lawan, mengandalkan kelincahan, strategi, dan kerja sama. Permainan ini meningkatkan kebugaran fisik—kekuatan, koordinasi, dan kecepatan—sekaligus memupuk sportivitas, meski terkadang memicu perdebatan mengenai potensi agresi jika tidak diawasi dengan benar.
dodgeball adalah olahraga tim seru untuk mengeliminasi lawan dengan melempar bola ke tubuh mereka sambil menghindari lemparan lawan, melatih koordinasi mata-tangan, kelincahan, kecepatan reaksi, dan kerja sama tim. Tujuannya adalah menjadi tim terakhir yang bertahan, seringkali melalui eliminasi pemain, dengan aturan dasar ‘dodge, duck, dip, dive, and dodge’ (hindari, tunduk, menunduk, menyelam, dan mengelak). Meskipun menyenangkan, permainan ini kontroversial di sekolah karena potensi intimidasi, meskipun menawarkan manfaat fisik dan mental signifikan jika dimainkan dengan aturan yang tepat.
Dodgeball merupakan olahraga tim yang seru, dinamis, dan penuh adrenalin yang menekankan kelincahan, kecepatan reaksi, strategi, serta kerja sama tim. Dengan aturan yang relatif sederhana dan perlengkapan yang mudah didapat, dodgeball cocok dimainkan di lingkungan sekolah, khususnya dalam pembelajaran PJOK. Selain melatih kemampuan fisik seperti koordinasi mata dan tangan serta refleks, permainan ini juga mengajarkan sportivitas, disiplin, dan kebersamaan. Meskipun belum sepopuler beberapa olahraga lain di Indonesia, dodgeball memiliki potensi besar sebagai aktivitas edukatif dan menyenangkan yang mampu meningkatkan semangat dan partisipasi siswa di lapangan.
Kesimpulan:
Dodgeball adalah permainan tim yang menekankan kelincahan dan strategi, di mana pemain harus menghindari atau menangkap bola untuk tetap bertahan. Tujuannya adalah mengeliminasi seluruh pemain lawan dengan lemparan atau tangkapan yang tepat.
kesimpulan:
Dodgeball adalah olahraga tim yang penuh semangat dan strategi. Permainan ini tidak hanya mengandalkan kekuatan dan kecepatan, tetapi juga kerja sama, ketepatan, serta kemampuan membaca situasi. Selain menyenangkan, dodgeball melatih kelincahan, konsentrasi, dan sportivitas, menjadikannya olahraga yang membangun semangat tim dan rasa kebersamaan.
Dodgeball adalah olahraga tim yang sangat seru dan penuh adrenalin, di mana dua tim saling melempar dan menangkap bola dengan tujuan mengeliminasi pemain lawan. Permainan ini bukan sekadar “lempar bola dan lari”, tetapi juga membutuhkan kerja sama tim, strategi cepat, dan refleks yang baik. Jadi secara keseluruhan, dodgeball adalah olahraga menyenangkan yang cocok dimainkan di sekolah maupun komunitas sambil belajar kerja sama dan strategi.
Dodgeball merupakan olahraga tim yang seru, dinamis, dan penuh adrenalin yang menekankan kelincahan, kecepatan reaksi, strategi, serta kerja sama tim. Dengan aturan yang relatif sederhana dan perlengkapan yang mudah didapat, dodgeball cocok dimainkan di lingkungan sekolah, khususnya dalam pembelajaran PJOK. Selain melatih kemampuan fisik seperti koordinasi mata dan tangan serta refleks, permainan ini juga mengajarkan sportivitas, disiplin, dan kebersamaan. Meskipun belum sepopuler beberapa olahraga lain di Indonesia, dodgeball memiliki potensi besar sebagai aktivitas edukatif dan menyenangkan yang mampu meningkatkan semangat dan partisipasi siswa di lapangan.
Dodgeball merupakan olahraga tim yang seru, dinamis, dan penuh adrenalin yang menekankan kelincahan, kecepatan reaksi, strategi, serta kerja sama tim. Dengan aturan yang relatif sederhana dan perlengkapan yang mudah didapat, dodgeball cocok dimainkan di lingkungan sekolah, khususnya dalam pembelajaran PJOK. Selain melatih kemampuan fisik seperti koordinasi mata dan tangan serta refleks, permainan ini juga mengajarkan sportivitas, disiplin, dan kebersamaan. Meskipun belum sepopuler beberapa olahraga lain di Indonesia, dodgeball memiliki potensi besar sebagai aktivitas edukatif dan menyenangkan yang mampu meningkatkan semangat dan partisipasi siswa di lapangan.
Dodgeball adalah olahraga tim yang menuntut kecepatan, kelincahan, kerja sama, dan strategi. Tujuan utamanya adalah mengeliminasi pemain lawan dengan lemparan bola atau melalui tangkapan yang sah. Meskipun berawal dari permainan yang cukup keras, dodgeball berkembang menjadi olahraga modern yang lebih aman dengan aturan resmi dan diakui secara internasional. Selain melatih fisik, dodgeball juga melatih konsentrasi, sportivitas, dan kekompakan tim, sehingga cocok dimainkan sebagai olahraga rekreasi maupun pembelajaran di sekolah.
Dodgeball adalah permainan olahraga beregu yang tidak hanya mengandalkan kekuatan lemparan, tetapi juga kecerdikan, ketangkasan, dan kerja sama antar pemain. Sejarahnya yang panjang menunjukkan perkembangan dari permainan sederhana menjadi olahraga modern dengan aturan yang jelas. Dengan perlengkapan yang minimal dan fleksibilitas lapangan, dodgeball mudah diterapkan di sekolah. Permainan ini efektif untuk melatih keterampilan motorik, kecepatan berpikir, serta sikap sportif, sehingga sangat bermanfaat sebagai sarana pembelajaran dan aktivitas fisik yang menyenangkan bagi siswa.
Dodgeball merupakan olahraga beregu yang menekankan keseimbangan antara kemampuan individu dan kekompakan tim. Permainan ini melatih ketangkasan, refleks, serta pengambilan keputusan secara cepat dalam situasi yang kompetitif. Dengan peralatan sederhana dan aturan yang fleksibel, dodgeball mudah disesuaikan dengan kondisi lapangan sekolah. Selain bermanfaat bagi kebugaran jasmani, dodgeball juga berperan dalam membentuk sikap percaya diri, kerja sama, dan semangat fair play pada siswa.
Dodgeball adalah olahraga tim dinamis yang bertujuan mengeliminasi lawan dengan lemparan bola, menangkap lemparan lawan, atau memaksa lawan keluar garis, berakar dari permainan tradisional Afrika dan berevolusi dengan aturan terstruktur. Keberhasilan membutuhkan kombinasi kecepatan, ketepatan, dan kerja sama tim (strategi out-shooting & defending), sering dimainkan dengan 6-10 pemain per tim.
Aturan Dasar: Dimulai dengan 3-6 bola di garis tengah, pemain gugur jika terkena bola atau lemparannya ditangkap lawan. Pemain tidak boleh melewati garis tengah dan lemparan yang sah adalah ke arah bawah leher.Strategi: Mempertahankan area, menangkap bola lawan (untuk mengembalikan rekan satu tim), dan melempar secara serentak (volley) untuk mengurangi pertahanan lawan.Inti Permainan: Olahraga ini menuntut kelincahan dan koordinasi mata-tangan untuk menghindar serta mengenai lawan dalam waktu permainan yang biasanya sekitar 5-10 menit.
Dodgeball ternyata bukan cuma permainan biasa, tapi olahraga tim yang seru dan penuh strategi. Selain melatih kecepatan dan refleks, permainan ini juga mengajarkan kerja sama antar pemain. Menarik banget melihat bagaimana sejarahnya berkembang hingga jadi olahraga modern seperti sekarang.
Dodgeball adalah permainan olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim dengan tujuan mengenai lawan menggunakan bola sambil menghindari lemparan dari lawan. Permainan ini mengutamakan kecepatan, ketepatan, kelincahan, serta kerja sama antaranggota tim. Dalam permainan, pemain yang terkena lemparan bola secara langsung akan keluar dari permainan, sedangkan pemain yang berhasil menangkap bola tetap bertahan dan lawan yang melempar keluar. Dodgeball biasanya dimainkan di lapangan berbentuk persegi panjang dengan beberapa bola yang digunakan secara bersamaan. Tim yang menang adalah tim yang mampu mengeluarkan seluruh pemain lawan atau memiliki jumlah pemain lebih banyak saat permainan berakhir
Dodgeball merupakan olahraga tim yang dimainkan oleh dua kelompok yang saling berhadapan dengan tujuan melempar bola ke arah pemain lawan sekaligus menghindari lemparan yang datang. Permainan ini menekankan kelincahan, refleks cepat, akurasi lemparan, serta kekompakan tim. Aturan dasarnya, pemain yang terkena bola secara langsung tanpa menyentuh tanah harus keluar dari lapangan, sedangkan pemain yang berhasil menangkap bola tetap bertahan dan pemain yang melempar akan tereliminasi. Dodgeball dilangsungkan di arena persegi panjang dengan beberapa bola yang diperebutkan sejak awal permainan. Pemenang ditentukan dari tim yang berhasil menghabiskan seluruh anggota tim lawan atau memiliki pemain tersisa lebih banyak saat waktu habis.
Dodgeball adalah permainan olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim dengan tujuan mengenai lawan menggunakan bola sambil menghindari lemparan dari lawan. Permainan ini mengutamakan kecepatan, ketepatan, kelincahan, serta kerja sama antaranggota tim. Dalam permainan, pemain yang terkena lemparan bola secara langsung akan keluar dari permainan, sedangkan pemain yang berhasil menangkap bola tetap bertahan dan lawan yang melempar keluar. Dodgeball biasanya dimainkan di lapangan berbentuk persegi panjang dengan beberapa bola yang digunakan secara bersamaan. Tim yang menang adalah tim yang mampu mengeluarkan seluruh pemain lawan atau memiliki jumlah pemain lebih banyak saat permainan berakhir
Dodgeball adalah permainan tim di mana pemain harus melempar bola untuk mengenai lawan dan menghindari lemparan dari lawan.
Tujuannya: mengeliminasi semua pemain tim lawan dengan lemparan yang sah.
Dodgeball adalah permainan olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim dengan tujuan mengenai lawan menggunakan bola sambil menghindari lemparan dari lawan. Perbedaannya dengan topik sebelumnya adalah Dodgeball lebih fokus pada strategi dan kerja sama tim untuk menghilangkan pemain lawan, sedangkan topik sebelumnya lebih fokus pada latihan fisik dan teknik individu.
**Dodgeball** adalah olahraga tim yang mengandalkan kecepatan, ketangkasan, dan strategi untuk menghindari serta melempar bola ke lawan. Permainan ini cukup populer di sekolah, komunitas, hingga kompetisi internasional.
*Pengertian Dodgeball
Dodgeball adalah permainan di mana dua tim saling melempar bola dengan tujuan **mengenai (hit) pemain lawan** dan mengeliminasi mereka dari permainan, sambil **menghindari lemparan lawan**.
*Jumlah Pemain
* Biasanya terdiri dari **2 tim**
* Setiap tim berisi **6 pemain utama** (bisa bervariasi tergantung aturan)
* Pemain cadangan bisa digunakan dalam beberapa format pertandingan
*Lapangan dan Peralatan
* Lapangan berbentuk persegi panjang (mirip lapangan voli)
* Terdapat **garis tengah** yang memisahkan kedua tim
* Menggunakan **bola khusus dodgeball** (biasanya karet atau busa agar aman)
*Tujuan Permainan
* Mengeliminasi semua pemain lawan
**atau**
* Memiliki jumlah pemain lebih banyak saat waktu habis
*Aturan Dasar
1. **Permainan dimulai**
* Bola diletakkan di tengah lapangan
* Pemain berlari mengambil bola saat peluit dibunyikan
2. **Cara mengeliminasi lawan**
* Bola yang dilempar mengenai tubuh lawan (sebelum menyentuh tanah)
* Lemparan harus bersih (tidak memantul dulu)
3. **Pemain dinyatakan keluar jika:**
* Terkena bola
* Lemparannya ditangkap lawan
* Keluar dari batas lapangan
4. **Menangkap bola (catch)**
* Jika pemain menangkap bola lawan:
* Pelempar keluar
* Satu rekan tim bisa kembali masuk (tergantung aturan)
*Strategi Permainan
* **Kerja sama tim** sangat penting
* Mengatur posisi (depan untuk menyerang, belakang untuk bertahan)
* Lemparan cepat dan akurat
* Menghindar (dodge), melompat, atau menunduk dengan tepat
*Manfaat Bermain Dodgeball
* Meningkatkan **kelincahan dan refleks**
* Melatih **koordinasi tangan dan mata**
* Membangun **kerja sama tim**
* Menyenangkan dan mengurangi stres
*Organisasi & Kompetisi
Dodgeball juga memiliki organisasi resmi seperti:
* World Dodgeball Federation
yang mengatur kompetisi internasional dan standar permainan.
⚠️ Keselamatan
* Gunakan bola yang aman (busa/karet lunak)
* Hindari melempar ke arah kepala
* Gunakan pemanasan sebelum bermain
yg dapat saya simpulkan dari artikel tersebut ialah:dodgeball adalah olahraga tim yang bertujuan mengeliminasi lawan dengan melempar, menangkap, dan menghindari bola. Permainan ini mengutamakan kecepatan, strategi, dan kerja sama tim, dengan aturan bahwa pemain yang terkena bola keluar, sedangkan menangkap bola bisa menghidupkan kembali rekan.
Selain itu, artikel tersebut juga membahas sejarah dodgeball, yang awalnya menggunakan batu keras di Afrika, lalu berkembang di Inggris dengan bola yang lebih aman, hingga akhirnya menjadi permainan modern di Amerika Serikat dengan aturan resmi yang digunakan sampai sekarang.
Dodgeball merupakan olahraga beregu yang menekankan keseimbangan antara kemampuan individu dan kekompakan tim. Permainan ini melatih ketangkasan, refleks, serta pengambilan keputusan secara cepat dalam situasi yang kompetitif. Dengan peralatan sederhana dan aturan yang fleksibel, dodgeball mudah disesuaikan dengan kondisi lapangan sekolah. Selain bermanfaat bagi kebugaran jasmani, dodgeball juga berperan dalam membentuk sikap percaya diri, kerja sama, dan semangat fair play pada siswa.
Reply
kesimpulan nya adalah Dodgeball adalah olahraga tim yang seru dan penuh aksi, melibatkan strategi dan kerja sama tim. Dengan sejarah yang unik dan aturan yang sederhana, Dodgeball bisa jadi pilihan olahraga yang menarik untuk dicoba.
Mahandika Ajie Zul Frisky
Xl.8
Saya jadi mengerti bahwa Dodgeball adalah olahraga tim yang seru dan aktif, dengan tujuan mengeliminasi lawan menggunakan bola sesuai aturan permainan. Selain menyenangkan, permainan ini juga bermanfaat untuk melatih kelincahan, koordinasi, kemampuan menghindar, serta kerja sama tim, sehingga sangat cocok dimainkan dalam kegiatan PJOK.
Dodgeball merupakan olahraga tim yang seru, di mana pemain harus menghindari atau menangkap bola untuk mengalahkan lawan. permainan ini memiliki banyak manfaat seperti melatih kerja sama, kecepatan, dan ketangkasan.Dalam Dodgeball, terdapat aturan dasar, peran pemain, serta perlengkapan yang membuatnya mudah dimainkan di berbagai tempat.
Ternyata sebelum peraturan dodgeball di ganti ternyata permainan yg sangat berbahaya dan mematikan dan membutuhkan kerja sama tim yang baik juga strategi yg kuat, melatih fokus kita yg sangat bermanfaat
Dodgeball adalah olahraga tim yang cepat dan kompetitif di mana tujuannya adalah mengeleminasi pemain lawan dengan melempar bola dan mengenai mereka, atau menangkap bola yang dilempar lawan sebelum jatuh ke tanah.
Luar biasa. Dengan penjelasan seperti ini, materi gampang dimengerti. Salut kepada Pak Candra yang bisa membuat inovasi seperti ini, membuat pembelajaran daring menjadi lebih menyenangkan dan tetap efisien. Semoga banyak juga yang ikut memahami materi ini dengan membaca disini.
Hal baru yang dapat ditemukan dari bacaan tersebut adalah bahwa Dodgeball awalnya berasal dari Afrika dan dimainkan menggunakan benda keras seperti batu, bukan bola empuk seperti sekarang. Selain itu, saya juga baru mengetahui bahwa Dodgeball sudah menjadi olahraga internasional yang diakui sejak 2017 serta memiliki aturan, strategi, dan peran pemain yang cukup kompleks.
Dodgeball adalah olahraga tim di mana pemain berusaha mengeliminasi lawan dengan melempar bola, menghindari lemparan, atau menangkap bola.
Prinsip utama: hindari atau tangkap bola.
* Afrika (±200 tahun lalu): Awalnya dimainkan dengan batu—cukup berbahaya.
* Inggris: Dimodifikasi oleh Dr. James H. Carlisle jadi lebih aman pakai bola.
* Amerika Serikat (1884): Dikembangkan oleh Philip Ferguson menjadi versi modern dengan aturan yang kita kenal sekarang.
* Diakui secara internasional oleh Global Association of International Sports Federations sejak 2017.
Mengacu pada World Dodgeball Federation dan World Dodgeball Association:
* Lapangan: ±18 × 9 meter
* Tim: Umumnya 6 vs 6
* Durasi: 2 babak (total ±40 menit)
* Opening Rush: Rebut bola di awal permainan
* Kena bola: Langsung keluar
* Tangkap bola: Lawan keluar + teman bisa hidup lagi
* Pelanggaran: Keluar lapangan, menahan bola terlalu lama, dll.
* Catchers: Fokus menangkap bola
* Corners: Bertahan di sudut
* Snipers: Penyerang akurat dari belakang
* Throwers: Lemparan kuat untuk menekan lawan
* Bola (biasanya busa/karet)
* Lapangan dengan batas jelas
* Opsional: pelindung lutut, air minum, dll
Dodgeball bukan sekadar lempar bola—ini olahraga yang butuh:
* Refleks cepat
* Strategi tim
* Keberanian & kerja sama
Dodgeball adalah olahraga tim di mana pemain berusaha mengeliminasi lawan dengan melempar bola, menghindari lemparan, atau menangkap bola.
Prinsip utama: hindari atau tangkap bola.
* Afrika (±200 tahun lalu): Awalnya dimainkan dengan batu—cukup berbahaya.
* Inggris: Dimodifikasi oleh Dr. James H. Carlisle jadi lebih aman pakai bola.
* Amerika Serikat (1884): Dikembangkan oleh Philip Ferguson menjadi versi modern dengan aturan yang kita kenal sekarang.
* Diakui secara internasional oleh Global Association of International Sports Federations sejak 2017.
Mengacu pada World Dodgeball Federation dan World Dodgeball Association:
* Lapangan: ±18 × 9 meter
* Tim: Umumnya 6 vs 6
* Durasi: 2 babak (total ±40 menit)
* Opening Rush: Rebut bola di awal permainan
* Kena bola: Langsung keluar
* Tangkap bola: Lawan keluar + teman bisa hidup lagi
* Pelanggaran: Keluar lapangan, menahan bola terlalu lama, dll.
* Catchers: Fokus menangkap bola
* Corners: Bertahan di sudut
* Snipers: Penyerang akurat dari belakang
* Throwers: Lemparan kuat untuk menekan lawan
* Bola (biasanya busa/karet)
* Lapangan dengan batas jelas
* Opsional: pelindung lutut, air minum, dll
Dodgeball bukan sekadar lempar bola—ini olahraga yang butuh:
* Refleks cepat
* Strategi tim
* Keberanian & kerja sama
Olahraga dodgeball menurut saya seru dan punya banyak manfaat, tapi juga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Dari sisi positif, dodgeball bagus untuk melatih refleks, kecepatan, dan kelincahan. Karena pemain harus menghindari bola dan melempar dengan tepat, koordinasi tubuh jadi lebih terasah. Selain itu, permainan ini juga melatih kerja sama tim dan strategi, karena menang tidak hanya soal kuat, tapi juga pintar membaca gerakan lawan.
Dari sisi hiburan, dodgeball termasuk olahraga yang menyenangkan dan tidak membosankan, apalagi dimainkan bareng teman. Cocok untuk kegiatan sekolah atau olahraga santai.
Tapi, ada juga kekurangannya. Kalau tidak hati-hati, dodgeball bisa menyebabkan cedera ringan, seperti kena lemparan di wajah atau tubuh. Kadang juga bisa memicu rasa takut atau tidak nyaman bagi pemain yang kurang percaya diri.
Kesimpulan Materi tentang Dodgeball
Dodgeball adalah permainan olahraga beregu yang dimainkan dengan cara melempar bola ke arah lawan untuk mengeluarkannya dari permainan. Tujuan utama permainan ini adalah mengenai tubuh lawan dengan bola tanpa tertangkap, serta menghindari lemparan dari tim lawan.
Permainan ini melatih:
Kelincahan dan kecepatan bergerak
Ketepatan dan kekuatan melempar
Kerja sama tim
Konsentrasi dan strategi
Dalam permainan dodgeball, pemain yang terkena lemparan bola (dan bola tidak tertangkap) dinyatakan gugur. Jika bola berhasil ditangkap, maka pelempar bisa gugur. Tim yang berhasil mengeliminasi seluruh pemain lawan akan menjadi pemenang.
Jadi, dodgeball bukan hanya permainan yang menyenangkan, tetapi juga melatih kebugaran fisik, sportivitas, dan kerja sama antaranggota tim.