Bro, pernah dengar teriakan semangat, tawa, dan decakan kesal di lapangan saat sekelompok anak berusaha menghindari bola yang melesat kencang? Ya, itu dia Dodgeball!
Mungkin di Indonesia olahraga ini belum sepopuler sepak bola atau bulutangkis, tapi Dodgeball itu punya daya tarik luar biasa—adrenalin tinggi, kerja sama tim, dan strategi cepat. Sebagai guru PJOK, saya sering melihat anak-anak langsung connect dan semangat begitu bola pertama dilemparkan.
Baca juga : Hari Batik Nasional 2025: Sejarah, Alat Tradisional Membatik, dan 40 Link Twibbon Gratis untuk Media Sosial
Dodgeball bukan cuma permainan kejar-kejaran; ini adalah olahraga internasional yang diakui resmi sejak 2017 oleh Global Association of International Sports Federations (GAISF). Ingin tahu lebih dalam? Yuk, kita break down!
Apa Itu Dodgeball?
Secara sederhana, Dodgeball adalah olahraga tim di mana tujuan utamanya adalah mengeliminasi semua pemain lawan dengan cara memukul mereka menggunakan bola yang dilempar, menangkap bola yang dilempar lawan, atau memaksa lawan melanggar aturan.
Prinsipnya simpel: Hindari atau Tangkap!
Ada beberapa bentuk permainan, tapi yang paling umum adalah dua tim saling berhadapan di lapangan yang terbagi dua. Pemain yang terkena bola “hidup” (sejak dilempar hingga menyentuh lantai/permukaan) akan keluar. Tapi ingat, kalau kamu berhasil menangkap bola “hidup” dari lawan, maka pelemparnya yang akan keluar, dan kamu bisa menghidupkan kembali satu rekan setimmu yang sudah tereliminasi. Game changer!
Kilas Balik Sejarah Dodgeball: Dari Batu Keras Menjadi Bola Empuk!
Percaya atau tidak, Dodgeball punya sejarah yang lumayan brutal!
- Awal Mula yang Mematikan (Afrika, 200 Tahun Lalu): Dodgeball pertama kali dimainkan di Afrika. Namun, saat itu bukan menggunakan bola karet empuk, melainkan batu besar atau benda keras alami lainnya! Tujuannya lebih serius: untuk melukai lawan. Suku-suku mengandalkan permainan ini sebagai cara melatih kelincahan dan kerja sama tim dalam situasi berbahaya, di mana rekan satu tim wajib melindungi yang terkena lemparan.
- Transisi ke Inggris: Seorang misionaris bernama Dr. James H. Carlisle membawa ide permainan ini ke Inggris setelah mengamatinya. Ia terkesan dengan solidaritas tim, namun menyadari permainan batu itu terlalu berbahaya. Di St. Mary’s College, Norfolk, ia berhasil mengubahnya. Batu diganti dengan bola kulit keras dan ia mulai membuat aturan agar tidak membahayakan nyawa. Permainan diadakan di lapangan terbuka, berfokus pada strategi layaknya catur.
- Kelahiran Dodgeball Modern (AS, 1884): Sejarah Dodgeball berubah total ketika Philip Ferguson membawa permainan ini ke Amerika Serikat setelah mengunjungi St. Mary’s College. Ferguson berpendapat permainan harus lebih cepat dan dimainkan di area terbatas dengan dua tim di sisi lapangan berbeda. Aturan resmi pertama yang menyerupai Dodgeball modern (pemain keluar jika terkena, pemain yang menangkap bola menghidupkan rekan) ditulis pada 1905.
Aturan yang dibuat Ferguson inilah yang menjadi norma di seluruh dunia, dan popularitasnya makin melejit setelah film tentang Dodgeball dirilis tahun 2004.
Baca juga : Ketika Guru Merasa Down: Renungan Islami yang Menyentuh Hati dan Menguatkan Jiwa
Aturan Dodgeball Wajib Tahu!
Meskipun dalam permainan informal aturannya bisa disesuaikan, standar internasional biasanya mengacu pada Federasi Dodgeball Dunia (WDBF) dan Asosiasi Dodgeball Dunia (WDA). Berikut intisarinya:
| Aspek | Aturan Utama | Catatan Tambahan |
| Lapangan | Dimainkan di permukaan dengan batas dan garis tengah yang jelas (misalnya, lapangan basket/voli). Idealnya sekitar 18m x 9,1m. | Tidak ada zona netral. |
| Durasi | Standar WDBF adalah total 40 menit, terbagi menjadi dua babak (2 x 20 menit). Pemenang ditentukan dari set yang dimenangkan. | Satu set berakhir ketika satu tim tereliminasi penuh. |
| Memulai Set | ‘Opening Rush’ sering digunakan: bola diletakkan di garis tengah, pemain berebut mengambil bola. | Pemain yang mengambil bola harus mundur dulu sebelum melempar ke lawan. |
| Terkena Bola | Jika terkena bola hidup (sejak meninggalkan tangan pelempar hingga menyentuh lantai), pemain keluar. | Bola yang memantul di lantai atau mengenai rekan setim/pemain luar tidak dihitung. |
| Menangkap Bola | Jika pemain berhasil menangkap bola hidup lawan, maka pelempar keluar, dan satu rekan setim dari tim penangkap yang sudah keluar bisa kembali bermain (hidup lagi). | Momen paling krusial dalam Dodgeball! |
| Pelanggaran | Melangkah keluar batas, memasuki area lawan, mengulur waktu (menahan bola lebih dari 10 detik), atau perilaku tidak sportif. | Pemain yang melanggar akan dikeluarkan dari permainan. |
Posisi Kunci: Bukan Hanya Lempar dan Lari!
Dodgeball memang tak punya posisi kaku seperti striker di sepak bola, tapi pemain biasanya mengambil peran strategis berdasarkan kekuatan mereka:
- Penangkap (The Catchers): Siapa pun yang berani mengambil risiko menangkap bola lemparan lawan. Tujuannya: mengeliminasi pelempar dan menghidupkan kembali rekan. Mereka adalah penyelamat tim.
- Corners (Penjaga Sudut): Pemain defensif yang menjaga dua sudut di dekat batas luar. Mereka sering memegang bola sebagai tameng (blok) atau untuk mengancam lawan.
- Penembak Jitu (The Snipers): Biasanya berada di garis belakang, sabar menunggu momentum yang tepat untuk menyerang pemain lawan yang lengah atau rentan. Membutuhkan akurasi dan strategi tinggi.
- Pelempar (The Throwers): Pemain dengan lengan terkuat dan tenaga paling besar. Mereka bertugas memberikan tekanan utama ke tim lawan dengan lemparan keras dan cepat.
Baca juga : Sudah Jujur Sama Diri Sendiri Minggu Ini?
Perlengkapan Dodgeball yang Sederhana
Enaknya Dodgeball, perlengkapannya minimalis dan gampang dicari!
- Bola: Paling krusial. Standar WDBF menggunakan 6 bola untuk 6 pemain per tim. Bola yang digunakan umumnya adalah bola busa/karet yang aman.
- Lapangan: Batas lapangan yang jelas. Bisa menggunakan lapangan voli, basket, atau bahkan area yang diberi pembatas kerucut/tali.
- Aksesoris Tambahan (Opsional): Bantalan lutut, wristband, botol air, dan bangku untuk pemain yang tereliminasi (bank pemain).
Penutup: Saatnya Praktik di Lapangan!
Dodgeball adalah cara yang fantastis untuk melatih kelincahan, koordinasi mata-tangan, kemampuan menghindar, dan tentu saja, semangat kerja sama tim. Di kelas PJOK, permainan ini selalu berhasil membangkitkan energi siswa.
Baca juga : Tips Fokus Buat Kamu yang Gampang Terdistraksi
Ingat, pemanasan yang baik itu aturan tak tertulis yang harus selalu diperhatikan. Setelah tahu sejarah, aturan, dan posisinya, sekarang saatnya kamu dan timmu merancang strategi jitu di lapangan.
Siap jadi Top Dodger di sekolahmu?
hal baru yang bisa ditemukan dari bacaan di atas adalah …
Sejarah Awal yang Brutal: Dodgeball awalnya dimainkan di Afrika dengan menggunakan batu besar sebagai bola, bukan bola karet empuk seperti sekarang. Tujuannya pun lebih serius, yaitu untuk melukai lawan.
saya baru tau kalo dodgeball awalnya dimainkan di afrika dengan batu keras dan sekarang kadi bola karet yg empuk, selain seru ternyata permainan dodgeball jg melatih kerja sama dan strategi tim
Dari materi tersebut saya bisa mengatakan bahwa dodgeball bukan sekadar permainan “uang-lempar” atau “kejar-kejar bola” seperti yang sering kita mainkan di sekolah, tetapi punya sejarah yang cukup dalam dan telah berkembang menjadi olahraga tim yang terstruktur dengan aturan, taktik, dan pengakuan resmi. Elemen adrenalin tinggi, tetapi juga keterampilan seperti menangkap, kerjasama tim, dan strategi masuk sangat penting. Juga, mengetahui bahwa setiap posisi punya tugas strategis membuat saya lebih menghargai kompleksitas permainannya.
Dodgeball adalah olahraga tim yang menyenangkan dan menantang, yang membutuhkan kerja sama, strategi, dan kelincahan. Dengan sejarah yang unik dan aturan yang sederhana, dodgeball dapat dimainkan oleh siapa saja. Permainan ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga kemampuan berpikir dan kerja sama tim. Dengan demikian, dodgeball dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi semua orang.
Kesimpulan:
Dodgeball adalah permainan tim yang menekankan kelincahan dan strategi, di mana pemain harus menghindari atau menangkap bola untuk tetap bertahan. Tujuannya adalah mengeliminasi seluruh pemain lawan dengan lemparan atau tangkapan yang tepat.
Kesimpulan:
Dodgeball adalah olahraga tim yang penuh semangat dan strategi. Permainan ini tidak hanya mengandalkan kekuatan dan kecepatan, tetapi juga kerja sama, ketepatan, serta kemampuan membaca situasi. Selain menyenangkan, dodgeball melatih kelincahan, konsentrasi, dan sportivitas, menjadikannya olahraga yang membangun semangat tim dan rasa kebersamaan.
Kesimpulan:
Dodgeball adalah olahraga tim yang seru dan menegangkan, di mana dua tim saling melempar bola untuk mengeliminasi lawan. Olahraga ini melatih kelincahan, refleks, dan kerja sama tim. Berawal dari permainan kuno di Afrika, dodgeball berkembang menjadi olahraga modern dengan aturan yang aman dan strategi yang menarik, seperti melempar, menangkap, dan menghindar secara taktis. Selain menyenangkan, dodgeball juga bermanfaat untuk kebugaran jasmani dan bisa dimainkan di sekolah maupun komunitas.
dari bacaan di atas saya menemukan hal baru di dalam materi yaitu sejarah dodgeball di dalam situ terdapat sejarah dari awal mula olahraha di bentuk dan di kembangkan hingga sekarang, selain itu saya juga lebih memahami tentang olahraga dodgeball, cara bermain, mengetahui pelanggarannya, posisi pemain, aturan bermain dan sebagainya
Dari materi tersebut, yang dapat disimpulkan adalah :
Dodgeball adalah olahraga tim yang seru dan menegangkan, di mana dua tim saling melempar bola untuk mengeliminasi lawan. Olahraga ini melatih kelincahan, refleks, dan kerja sama tim. Berawal dari permainan kuno di Afrika, dodgeball berkembang menjadi olahraga modern dengan aturan yang aman dan strategi yang menarik, seperti melempar, menangkap, dan menghindar secara taktis. Selain menyenangkan, dodgeball juga bermanfaat untuk kebugaran jasmani dan bisa dimainkan di sekolah maupun komunitas.
Dari artikel tersebut, saya belajar bahwa dodgeball adalah olahraga tim yang penuh adrenalin dengan sejarah menarik berawal dari permainan ekstrem di Afrika yang kemudian dimodifikasi menjadi lebih aman menggunakan bola empuk. Olahraga ini kini diakui secara internasional oleh GAISF sejak 2017. Dalam permainan modern, terdapat aturan seperti opening rush untuk memperebutkan bola di awal dan sistem eliminasi unik di mana pemain bisa keluar atau kembali ke permainan tergantung hasil tangkapan bola. Dodgeball juga menekankan strategi tim yang melibatkan peran berbeda seperti pelempar, penangkap, dan penyerang. Dengan perlengkapan sederhana, dodgeball menjadi olahraga yang mudah dimainkan sekaligus melatih kerja sama, refleks, dan strategi.
Dari materi tersebut, materi dogdeball. Yang dapat disimpulkan adalah :
Dodgeball adalah olahraga tim yang seru dan menegangkan, di mana dua tim saling melempar bola untuk mengeliminasi lawan. Olahraga ini melatih kelincahan, refleks, dan kerja sama tim. Berawal dari permainan kuno di Afrika, dodgeball berkembang menjadi olahraga modern dengan aturan yang aman dan strategi yang menarik, seperti melempar, menangkap, dan menghindar secara taktis. Selain menyenangkan, dodgeball juga bermanfaat untuk kebugaran jasmani dan bisa dimainkan di sekolah maupun komunitas.
Dodgeball adalah permainan tim yang sederhana namun penuh tantangan: dua tim saling melempar dan menangkap bola dengan tujuan mengeliminasi semua pemain lawan atau memaksa lawan melanggar aturan.
Olahraga ini mempunyai sejarah yang menarik — berasal dari Afrika dengan bentuk yang jauh lebih keras (benda keras dilemparkan) kemudian berkembang ke Inggris dan AS dengan adaptasi aman dan aturan yang lebih baku.
Aturan modern menunjukkan bahwa lapangan, durasi, eliminasi pemain, serta penangkapan bola memiliki peran penting. Contoh: pemain yang terkena bola “hidup” keluar, tapi jika lawan menangkap bola hidup yang dilempar, pelempar keluar dan satu rekan tim yang sudah keluar bisa “hidup” kembali.
Posisi strategi seperti “penangkap”, “penjaga sudut”, “penembak jitu”, dan “pelempar kuat” membantu tim meracik peran berdasarkan kekuatan tiap pemain.
Perlengkapan dan lapangan yang dibutuhkan relatif sederhana — bola empuk/karet, lapangan yang dibatasi garis, serta perlengkapan tambahan yang opsional.
Secara keseluruhan: Dodgeball bukan hanya permainan menghindar-lempar bola, tetapi sarana yang sangat baik untuk melatih kelincahan, koordinasi mata-tangan, kemampuan mengantisipasi, dan terutama semangat kerjasama tim. Dengan memahami sejarah, aturan, posisi, dan strategi, siapapun bisa mulai menerapkannya dengan aman dan menyenangkan.
Yang dapat saya simpulkan setelah membaca teks diatas adalah Dodgeball bukan sekadar permainan “lempar bola & lari” biasa — ia adalah olahraga yang menggabungkan unsur fisik (kecepatan, lemparan), mental (strategi, tangkap), dan sosial (kerja sama tim). Dengan sejarah yang unik, aturan yang relatif sederhana namun efektif, dan perlengkapan yang mudah didapatkan, olahraga ini bisa menjadi pilihan yang menyenangkan dan edukatif untuk dimainkan di sekolah, komunitas, atau sekadar sebagai aktivitas fisik bersama teman.
Dodgeball adalah permainan bola yang mengandalkan kecepatan, ketangkasan, dan strategi, di mana dua tim saling melempar bola untuk mengenai pemain lawan agar keluar dari permainan. Pelanggaran terjadi jika pemain keluar batas, masuk area lawan, menahan bola lebih dari 10 detik, atau bersikap tidak sportif pelanggar akan dikeluarkan dari permainan. Meskipun tidak memiliki posisi tetap, setiap pemain memiliki peran penting. Penangkap berusaha menangkap bola lawan untuk menyelamatkan rekan, Penjaga Sudut bertahan di pinggir lapangan untuk memblok bola, Penembak Jitu menyerang dengan akurat pada waktu yang tepat, dan Pelempar memberikan tekanan melalui lemparan cepat dan kuat.
Dari artikel ini, hal baru yang saya temukan yaitu:
•Dodgeball ternyata sudah diakui resmi oleh GAISF sejak 2017.
•Dahulu dimainkan dengan batu, lalu berevolusi jadi olahraga aman.
•Ada aturan unik seperti opening rush dan “hidup kembali” setelah tangkapan.
•Setiap tim punya posisi khusus seperti penangkap, penembak jitu, dan penjaga sudut.
Dodgeball merupakan permainan bola yang menuntut kecepatan, kelincahan, dan strategi, di mana dua tim saling melempar bola dengan tujuan mengenai pemain lawan agar tersingkir dari permainan. Pelanggaran terjadi apabila pemain keluar dari garis batas, memasuki area lawan, memegang bola lebih dari 10 detik, atau melakukan tindakan tidak sportif; pelaku pelanggaran akan dikeluarkan dari permainan. Walaupun tidak ada posisi yang tetap, setiap pemain memiliki peran penting. Penangkap bertugas menangkap bola lawan untuk menyelamatkan rekan setim, Penjaga Sudut berada di sisi lapangan untuk menahan serangan, Penembak Jitu menyerang dengan lemparan yang tepat sasaran, sedangkan Pelempar memberikan tekanan melalui lemparan cepat dan kuat.
kesimpulannya yaitu
Dodgeball adalah olahraga tim internasional yang penuh adrenalin, semangat, dan membutuhkan strategi cepat. Meskipun di Indonesia mungkin belum sepopuler olahraga lain, Dodgeball diakui resmi secara internasional sejak 2017 oleh Global Association of International Sports Federations (GAISF)
Hal baru yang saya temukan
sejarah dari olahraga dodgeball yang dimainkan dengan batu di Afrika sebagai latihan ketahanan dan kerja sama dalam situasi berbahaya. Permainan ini kemudian dibawa ke Inggris lalu mengganti batu menjadi bola kulit keras agar lebih aman, dan akhirnya dikembangkan di Amerika Serikat menjadi dodgeball modern dengan aturan resmi.
Sejarah dodgeball pertama kali dimainkan di Afrika. Namun bukan menggunakan bola karet empuk melainkan batu besar atau benda keras alami lainnya. Lalu seorang misionaris bernama Dr. James H. Carlisle membawa ide permainan ini ke Inggris dan mengganti batu dengan bola kulit keras agar aman. Akhirnya dodgeball dibawa di Amerika Serikat dan mempunyai aturan resmi pertama yang menyerupai dodgeball modern.
Saya dapat menyimpulkan bahwa dodgeball bukan hanya permainan sederhana yang mengandalkan lemparan dan kecepatan, tetapi merupakan olahraga tim yang memiliki sejarah panjang dan nilai edukatif tinggi. Awalnya berasal dari permainan tradisional di Afrika, dodgeball berkembang hingga menjadi olahraga modern dengan aturan yang jelas dan strategi yang terstruktur. Melalui permainan ini, kita bisa belajar banyak hal seperti kerja sama tim, sportivitas, dan kemampuan berpikir cepat dalam mengambil keputusan. Selain itu, ini juga menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga dapat membentuk karakter, disiplin, dan rasa kebersamaan antarpemain.
Dodgeball adalah permainan sederhana namun seru yang melatih kelincahan, kerja sama tim, strategi, dan ketepatan gerak. Meskipun perlengkapannya minimalis, permainan ini memiliki aturan dan peran pemain yang jelas — seperti penangkap, penembak jitu, dan penjaga sudut — yang semuanya berperan penting dalam kemenangan tim. Selain menyenangkan, Dodgeball juga bermanfaat untuk melatih koordinasi, refleks, dan sportivitas.
Dari materi ini saya belajar bahwa dodgeball bukan sekadar “lempar bola dan lari”, tetapi sebuah olahraga yang menggabungkan ketangkasan, strategi, kerja tim, dan peran taktis yang jelas. Fakta bahwa olahraga ini punya sejarah panjang yang berubah dari bentuk yang sangat keras menjadi bentuk yang aman dan terstruktur sangat menarik. Bagi pembelajaran PJOK, materi ini sangat relevan karena selain melatih fisik, juga melatih konsentrasi, strategi, dan sportivitas.
Kesimpulan:
dodgeball bukan sekadar “lempar bola dan lari”, tetapi sebuah olahraga yang menggabungkan ketangkasan, strategi, kerja tim, dan peran taktis yang jelas. Fakta bahwa olahraga ini punya sejarah panjang yang berubah dari bentuk yang sangat keras menjadi bentuk yang aman dan terstruktur sangat menarik. Bagi pembelajaran PJOK, materi ini sangat relevan karena selain melatih fisik, juga melatih konsentrasi, strategi, dan sportivitas.
Dodgeball adalah olahraga tim yang menyenangkan dan menantang, yang membutuhkan kerja sama, strategi, dan kelincahan. Kemudian, saya juga baru mengetahui tentang sejarah dari permainan dodgeball.
saya mengerti apa saja aturan yang ada di permainan ini, bagaimana cara melakukannya, dan apa saja yang ada di olaraga ini, ini sangat keren, kreatif dan sangat membantu.
Dari materi tersebut saya menyimpulkan Permainan dodgeball ternyata berasal dari Afrika dan pada awalnya dimainkan dengan benda keras seperti batu besar bukan bola busa atau karet seperti yang kita kenal sekarang.
Dalam perkembangannya ke Inggris, ada seorang misionaris yang membawa ide perubahan agar permainan tersebut lebih “aman” dengan mengganti batu dengan bola kulit keras.
saya jadi mengerti bagaimana cara bermain dan apa aturan dalam olahraga ini
Dodgeball adalah olahraga tim yang bertujuan mengeliminasi semua pemain lawan dengan cara melempar bola, menangkap bola lawan, atau memaksa lawan melanggar aturan. Prinsip utamanya adalah Hindari atau Tangkap. Pemain yang terkena bola “hidup” keluar, tetapi pemain yang berhasil menangkap bola “hidup” lawan akan mengeliminasi pelempar tersebut dan dapat menghidupkan kembali satu rekan setimnya (Game Changer). Sejarahnya yang panjang menunjukkan evolusi dari permainan brutal dengan batu menjadi kompetisi global yang aman menggunakan bola empuk.
Dodgeball adalah olahraga tim yang dimainkan dengan cara melempar bola untuk mengeliminasi lawan atau menangkap bola untuk menyelamatkan rekan satu tim. Permainan ini berasal dari Afrika yang awalnya menggunakan batu, lalu disempurnakan di Inggris oleh Dr. James H. Carlisle dan menjadi bentuk modern di Amerika Serikat oleh Philip Ferguson pada tahun 1884. Aturannya sederhana: pemain keluar jika terkena bola hidup, dan penangkap bola dapat menghidupkan kembali rekan yang tereliminasi. Dengan lapangan berukuran sekitar 18 × 9 meter dan enam bola busa, Dodgeball melatih kelincahan, ketepatan, strategi, serta kerja sama tim, menjadikannya permainan yang seru dan bermanfaat.
Dodgeball sebagai Latihan Holistik: Dodgeball bukan hanya tentang melempar dan menghindar, tetapi juga melatih kelincahan, koordinasi mata-tangan, kemampuan menghindar, dan semangat kerja sama tim.
Dodgeball adalah permainan tim di mana dua tim saling mengeliminasi pemain lawan dengan melempar bola, sambil menghindari lemparan dari tim lawan. Tujuan utama adalah menjadi tim terakhir yang memiliki pemain tersisa di lapangan. Permainan ini menekankan kecepatan, ketepatan, dan kerja sama tim
Dodgeball adalah permainan tim yang sederhana namun penuh strategi. Permainan ini melatih kelincahan, kerja sama, dan sportivitas. Setiap pemain memiliki peran penting seperti penangkap, penembak jitu, dan penjaga sudut. Aturannya menekankan ketepatan, kecepatan, serta kemampuan menghindar dan menangkap bola.
Kesimpulan yang saya dapat setelah membaca materi ini adalah dodgeball merupakan permainan yang mengandalkan:
Kerja Sama Tim: Belajar untuk melindungi rekan dan menyusun serangan bersama-sama.
Kecepatan & Kelincahan: Melatih refleks cepat untuk mengelak dari bola dan bergerak lincah di lapangan.
Fokus dan Konsentrasi: Harus selalu awas terhadap semua bola dan pergerakan lawan agar tidak “mati”.
Strategi Cepat: Mengembangkan kemampuan mengambil keputusan instan, misalnya kapan melempar atau kapan harus bertahan.
Sportivitas: Belajar mematuhi aturan dan menerima kekalahan saat terkena lemparan.
Kebugaran Fisik (Kekuatan Lengan & Refleks): Melatih otot lengan saat melempar dan meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan.
kesimpulan yang bisa saya ambil, Dodgeball olahraga yang kurang lebih sama seperti bola beracun, yaitu melempar bola ke tim lawan untuk ‘menyingkirkan’ mereka. Olahraga yang saya rasa ini sangat seru, mengharuskan strategi tim yang solid. Benar-benar olahraga yang bagus untuk membakar energi dan bersenang”