Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, affiliate marketing menggantungkan diri sepenuhnya pada teknologi komputasi yang mampu melacak sebuah transaksi.
Modal untuk mempromosikan sebuah produk affilasi hanyalah sebuah link yang bisa di klik. Ketika sebuah link milik marketer (disebut affiliate link) di klik oleh pengunjung, maka akan ada data yang tercatat. Data ini digunakan untuk menghitung komisi apabila terjadi aksi yang diinginkan sesuai dengan jenis program affiliasi yang dipromosikan.
Sistem seperti inilah yang menjadi pembeda paling penting antara affiliate marketing dan dropshipping.
Pada dropshipping, transaksi dilakukan dengan marketer dimana marketer kemudian melakukan pemesanan kepada merchant dan merchant mengirimkan produk kepada konsumen atas nama dropshipper.
Sementara itu, tugas seorang affiliate marketer adalah mempromosikan link, dimana selanjutnya akan langsung diurus oleh merchant, baik dalam hal pembayaran, pengiriman dan layanan purna jual. Bahkan banyak diantara pembeli tidak pernah tahu jika ia membeli melalui link affiliasi.
Demikianlah affiliate marketing sering disebut bisnis dengan pasif income meski istilah ini tidak terlalu tepat.
- LKPD PJOK Kebugaran Jasmani
- Guru Bukan Sekadar Mengajar tapi Tentang Kehadiran, Cinta pada Proses, dan Murid yang Bertumbuh
- 8 Kebijakan Sederhana Agar Guru Tidak Burnout dan Lebih Bahagia
- 7 Kalimat yang Tanpa Sadar Bisa Melukai Mental Siswa
- Cara Bikin RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam) Sat Set Tanpa Pusing — Pakai Trik “Prompt RPM” untuk Guru Digital